Info Paluta

Berita Utama

Peristiwa

Politik

Foto

Video

07 April 2026

Dua Tahun Tidak Beroperasi, Gudang Penyalur LPG 3 Kg di Halongonan Picu Harga di Atas HET

Foto: Gudang LPG di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan.

PALUTA – Gudang penyimpanan agen penyalur LPG 3 kg bersubsidi yang berlokasi di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), disinyalir sudah tidak beroperasi selama dua tahun terakhir. Akibatnya, harga LPG 3 kg di tengah masyarakat melambung dan dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

​Berdasarkan keterangan warga setempat, gudang yang diketahui milik PT Putra Paluta Jaya tersebut telah menghentikan aktivitasnya.

​“Kurang lebih dua tahun ini sudah tutup. Tidak pernah ada aktivitas di gudang itu,” ujar salah seorang warga sekitar pada Selasa (7/4/2026).

​Tertutupnya agen penyalur ini berdampak langsung pada kelangkaan pasokan dan melonjaknya harga di pasaran. Warga mengeluhkan harga LPG 3 kg yang kini cukup mahal dan sulit ditemukan. Di tingkat kios pengecer, harga saat ini berkisar antara Rp25.000 hingga Rp27.000 per tabung. Padahal, HET LPG 3 kg yang ditetapkan untuk wilayah Kecamatan Halongonan hanya sebesar Rp19.500 per tabung.

​“Dulu waktu gudang itu beroperasi, LPG 3 kg mudah didapat dan harganya juga sesuai dan terjangkau,” tambah warga tersebut.

​Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab berhentinya operasional gudang agen penyalur milik PT Putra Paluta Jaya tersebut.

​Kondisi vakumnya operasional gudang ini memunculkan dugaan adanya indikasi penyimpangan penyaluran. Beberapa kekhawatiran yang mencuat antara lain potensi penyaluran LPG subsidi kepada pihak yang tidak berhak, penjualan silang ke luar daerah, praktik pengoplosan, hingga manipulasi kuota oleh pihak agen penyalur.

04 April 2026

Polsek Padang Bolak Ringkus Dua Pengedar Sabu di Portibi, Puluhan Paket Disita

Foto: Kedua tersangka dan barang bukti yang diamankan.

PALUTA – Tim Opsnal Polsek Padang Bolak, Polres Tapanuli Selatan, berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dengan mengamankan dua pria bersama puluhan paket sabu siap edar di Desa Portibi Julu, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Jumat (3/4/2026).

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Portibi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Unit Reskrim Polsek Padang Bolak langsung melakukan penyelidikan dan bergerak menuju lokasi.

Ketika personel Polsek Padang Bolak mendatangi sebuah rumah di Desa Portibi Julu menemukan seorang pria bernama MHL alias Ucok (26) dan saat hendak diamankan, pelaku sempat berupaya melarikan diri, namun berhasil ditangkap petugas.

Dari hasil penggeledahan di sekitar lokasi penangkapan, petugas menemukan satu bungkus rokok berisi 22 paket kecil diduga sabu yang disembunyikan di rerumputan sekitar tiga meter dari lokasi. Kepada petugas, pelaku mengakui barang tersebut diperoleh dari seorang pria bernama ASH (34).

Berdasarkan keterangan tersebut, petugas langsung melakukan pengembangan dan mengamankan ASH di rumah kontrakannya di Lingkungan II Pasar Gunungtua.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan kembali beberapa paket sabu, timbangan elektrik, kaca pirex, alat hisap, plastik klip, serta uang tunai yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim, menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polsek Padang Bolak.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kami tindaklanjuti dengan cepat melalui penyelidikan di lapangan. Dari hasil tersebut, kami berhasil mengamankan dua pelaku berikut barang bukti narkotika jenis sabu yang diduga siap diedarkan,” ujar AKP Abdul Hakim, Sabtu (4/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

“Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan di atasnya. Ini merupakan komitmen kami dalam menjaga wilayah hukum Polsek Padang Bolak dari peredaran narkoba,” tegasnya.

Kapolsek juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pemberantasan narkoba dengan memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika. Peran serta masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian memberantas peredaran narkoba,” pungkasnya.

02 April 2026

Momen Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisatawan Ke Candi Bahal Meningkat

Foto: Candi Bahal I.

PALUTA – Momen libur lebaran (Idulfitri 1447 H) membawa tren positif bagi sektor pariwisata di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Candi Bahal, situs bersejarah kebanggaan di Kabupaten Paluta ini, mencatatkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dibandingkan perayaan Lebaran tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Paluta, Hasbullah Harahap, mengonfirmasi pencapaian tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun selama sembilan hari masa libur Lebaran (21–29 Maret 2026), kawasan situs peninggalan Kerajaan Pannai ini dipadati oleh ribuan pengunjung, yang didominasi oleh wisata keluarga.

“Alhamdulillah, selama periode libur Lebaran tahun ini, kami mencatat total ada 4.744 wisatawan yang datang ke Candi Bahal. Rinciannya terdiri dari 3.611 pengunjung dewasa dan 1.133 pengunjung anak-anak. Ini adalah tren yang sangat menggembirakan karena ada peningkatan dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 4.500 pengunjung,” ungkap Hasbullah, Rabu (1/4/2026).

Hasbullah menjelaskan bahwa lonjakan antusiasme masyarakat ini berbanding lurus dengan upaya pemerintah daerah dalam menata kawasan wisata. Pihaknya terus membangun berbagai fasilitas publik seperti toilet, musala, taman bermain anak, dan fasilitas pendukung lainnya guna menjamin kenyamanan wisatawan di ikon Kabupaten Paluta tersebut.

“Peningkatan jumlah wisatawan ini sangat dipengaruhi oleh tersedianya fasilitas publik yang semakin memadai di Candi Bahal. Apalagi, Candi Bahal I, II, dan III telah ditetapkan sebagai situs Cagar Budaya Peringkat Nasional oleh Menteri Kebudayaan RI pada tahun 2025,” tambahnya.

Seiring dengan status Cagar Budaya Peringkat Nasional tersebut, ke depannya Disbudpar Paluta berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengelolaan kawasan wisata Candi Bahal. Fokus pengelolaan akan mencakup aspek kebersihan, keamanan, hingga pemeliharaan fasilitas, agar pesona warisan sejarah Nusantara ini terus menjadi primadona bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

31 Maret 2026

Wabup Paluta Tutup Turnamen Pumah Cup II Ke XL 2026, Hutaimbaru FC Keluar Sebagai Kampiun

Foto: Wabup Paluta Basri Harahap menyerah piala bergilir Pumah Cup II Ke XV 2026 kepada Hutaimbaru FC, Selasa (31/3/2026).

PALUTA – Wakil Bupati (Wabup) Padang Lawas Utara (Paluta), Basri Harahap, secara resmi menghadiri sekaligus menutup turnamen sepak bola bergengsi, Pumah Cup II Ke XL Tahun 2026. Acara penutupan pesta olahraga rakyat ini dilangsungkan dengan meriah di Lapangan Desa Rondaman Siburegar, Kecamatan Halongonan, Selasa (31/3/2026).

​Puncak penutupan turnamen ini disemarakkan oleh laga final yang berlangsung sengit dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati beserta jajaran Pimpinan OPD, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam pertandingan pamungkas tersebut, kesebelasan Hutaimbaru FC berhasil menundukkan perlawanan tangguh dari Siancimun FC. Gol tunggal yang tercipta membawa Hutaimbaru FC menang dengan skor tipis 1-0, sekaligus mengunci gelar juara pertama pada ajang tahunan ini.

​Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi dan mendapat sorakan antusias dari ribuan penonton yang memadati pinggir lapangan. Kemenangan Hutaimbaru FC ini memastikan posisi Siancimun FC harus puas berada di tempat kedua.

​Dalam arahannya sebelum pertandingan, Wakil Bupati Basri Harahap menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, khususnya panitia penyelenggara, aparat keamanan, dan masyarakat Desa Rondaman Siburegar yang telah menyukseskan turnamen tersebut hingga berjalan aman dan kondusif.

​Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ajang olahraga seperti ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar kompetisi di lapangan hijau. Menurutnya, turnamen sepak bola merupakan wadah penting untuk memupuk kebersamaan serta menjaring bibit-bibit atlet berprestasi di wilayah Paluta.

​“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Turnamen Pumah Cup bukan hanya soal siapa yang menang dan kalah, tetapi yang paling utama adalah bagaimana kita mempererat tali silaturahmi, persaudaraan antarwarga, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” ujar Basri Harahap dalam sambutannya.

​Tak lupa, ia juga memberikan ucapan selamat kepada tim yang berhasil meraih juara dan memberikan pesan motivasi kepada tim yang belum beruntung pada kompetisi tahun ini.

​“Kepada yang berhasil menjadi juara pertama. Pertahankan terus prestasinya. Dan bagi tim yang belum berhasil meraih juara, jangan patah semangat. Jadikan hasil ini sebagai motivasi untuk terus giat berlatih dan mempersiapkan diri lebih baik lagi di turnamen-turnamen mendatang,” tambahnya.

​Penyerahan piala bergilir dan uang pembinaan yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Basri Harahap di tengah riuhnya tepuk tangan penonton menjadi penutup manis dari rangkaian panjang turnamen Pumah Cup II Ke XL tahun 2026.

Berikut adalah susunan lengkap tim yang berhasil meraih gelar juara pada Turnamen Sepakbola Pumah Cup II Ke XL 2026:

  • ​Hutaimbaru FC (Juara 1)
  • ​Siancimun FC (Juara 2)
  • ​Pagar Gunung FC (Juara 3)
  • ​Aek Sosa FC (Juara 4)

Permintaan Naik, Pasokan LPG 3 Kg di Paluta Tetap Aman Saat Idulfitri

Foto: LPG 3Kg (Pertamina).

PALUTA – Ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) selama libur Idulfitri 1447 Hijriah terpantau aman, meskipun terjadi peningkatan permintaan dibandingkan hari biasa.

​Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kabupaten Paluta, Ibrahim Nasution, memastikan bahwa stok LPG 3 kg (bersubsidi) untuk wilayah Paluta saat ini masih dalam kondisi aman.

​“Hingga saat ini, belum ditemukan antrean panjang maupun kelangkaan LPG di pangkalan, dan kondisi harga di pasaran juga masih stabil,” terangnya, Selasa (31/3).

​Meski terjadi peningkatan permintaan di momen Idulfitri tahun ini, pola pembelian masyarakat dinilai masih terkendali. Tidak terlihat adanya lonjakan pembelian berlebihan yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan.

​“Proses distribusi berjalan lancar, tidak ada kendala, dan sesuai jadwal, sehingga tidak terjadi kekosongan di pangkalan,” tambahnya.

​Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paluta terus berkoordinasi dengan pihak agen dan penyalur LPG 3 kg agar pendistribusian berjalan dengan baik. Selain itu, Pemkab juga akan rutin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) serta peninjauan berkala ke pangkalan LPG guna mengantisipasi kelangkaan maupun penyimpangan penyaluran.

​“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan agar pasokan tetap merata,” tegas Ibrahim.

30 Maret 2026

Wabup Paluta Resmikan SPPG Portibi Hadungdung

Foto: Wabup Paluta Basri Harahap memotong pita tanda diresmikannya SPPG Portibi Hadungdung, Senin (30/3/2026).

PALUTA – Wakil Bupati (Wabup) Padang Lawas Utara (Paluta), Basri Harahap, secara resmi membuka Satuan Pelayanan Peningkatan Gizi (SPPG) Portibi Hadungdung di Desa Hadungdung, Kecamatan Portibi, Senin (30/3/2026).

​Mengusung tema "Menuju Generasi Emas, Sehat dan Cerdas", peresmian fasilitas ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat pedesaan.

Program SPPG ini secara khusus menyasar pemenuhan gizi terukur bagi anak-anak, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga sekolah menengah. Selain itu, fasilitas ini juga memberikan intervensi gizi bagi ibu hamil dan balita sebagai upaya konkret memutus mata rantai stunting di Kabupaten Paluta.

​Dalam arahannya, Wabup Basri menegaskan bahwa kehadiran SPPG di Kecamatan Portibi membawa misi ganda yang saling berkesinambungan antara sektor kesehatan dan kesejahteraan ekonomi.

​“Tugas utama kita di sini jelas ada dua, pertama, mencerdaskan anak-anak sekolah kita melalui asupan gizi yang baik dan kedua, menyejahterakan masyarakat di sekitar kita,” tegas Basri Harahap di hadapan perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD, jajaran Kepala SPPG, aparatur desa, tenaga pendidik, dan warga setempat.

Untuk memastikan program berjalan optimal, Basri Harahap mensyaratkan adanya tata kelola manajerial yang profesional. Pengelolaan SPPG diwajibkan mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat guna menjaga kualitas gizi dan transparansi anggaran.

​“Pengelolaan ini tidak boleh main-main. Kita wajib melibatkan ahli gizi bersertifikat dan tenaga akuntansi yang mumpuni. Jangan sampai asal-asalan, karena ini menyangkut kecerdasan anak-anak kita dan masa depan bangsa,” ujarnya.

​Lebih lanjut, SPPG Portibi juga dirancang sebagai katalisator ekonomi desa melalui sistem ekonomi sirkular. Manajemen SPPG diinstruksikan untuk menyerap hasil panen langsung dari petani lokal di Desa Hadungdung dan sekitarnya, bukan mendatangkan bahan baku dari luar daerah.

​“Sumber daya alam kita ini kaya. Untuk kebutuhan dapur gizi, mulai dari sayur mayur, kangkung, bayam, hingga pisang, wajib dibeli dari petani lokal kita sendiri. Berdayakan hasil panen masyarakat kita agar mereka juga ikut sejahtera,” tambahnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala SPPG Hadungdung, Sagiman Harahap, merinci langkah konkret operasional fasilitas ini. Menurutnya, kehadiran SPPG benar-benar dirancang untuk menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya di wilayah Kecamatan Portibi. Sebagai bukti nyata, pihak SPPG telah merekrut sedikitnya 47 orang warga sekitar untuk diberdayakan sebagai relawan.

​“Ke depannya, untuk kebutuhan bahan baku, kami juga akan menggandeng para pelaku UMKM dan pemasok pangan lokal di sekitar kita agar perputaran ekonomi masyarakat semakin maksimal,” jelas Sagiman.

​Terkait jangkauan pelayanan, Sagiman memaparkan bahwa SPPG Hadungdung ditargetkan mampu melayani 2.500 hingga maksimal 3.000 penerima manfaat, menyesuaikan dengan hasil koordinasi lanjutan bersama pimpinan. Dalam skema pelayanan untuk 2.500 orang, kuota terbesar sebanyak 2.000 porsi akan dialokasikan untuk peserta didik. Sementara itu, 500 porsi sisanya didedikasikan khusus untuk kelompok rentan yang ia sebut sebagai kelompok B3, yakni Ibu Menyusui (Busui), Ibu Hamil (Bumil), dan Balita.

​Menutup laporannya, Sagiman menyematkan harapan besar atas peluncuran program strategis ini. “Semoga dengan berdirinya SPPG hari ini, kita bisa mewujudkan cita-cita negara, yaitu mencetak Generasi Emas di tahun 2045,” pungkasnya.

24 Maret 2026

Remaja 14 Tahun yang Hanyut di Dolok Sigompulon Paluta Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

Foto: Mayat korban dievakuasi ke Puskesmas Simundol, Kecamatan Dolok Sigompulon, Selasa (24/3/2026).

PALUTA – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya berhasil menemukan Pahri Ritonga (14), seorang remaja yang dilaporkan hanyut terseret arus di Desa Sayur Matinggi, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Korban berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Selasa (24/3/2026) pagi.

​Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paluta, Ahmad Darlin Harahap, membenarkan penemuan tersebut. Berdasarkan laporan kronologis, insiden nahas ini pertama kali diketahui dari informasi masyarakat setempat pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

​“Mendapat laporan adanya warga yang hanyut, Tim BPBD Kabupaten Padang Lawas Utara langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyisiran dan operasi pencarian korban di sekitar lokasi kejadian,” jelasnya, Selasa (24/3/2026).

​Setelah proses pencarian yang intensif, pada pukul 10.00 WIB pagi hari ini, korban yang diketahui merupakan warga beralamat di Gadung Holbung tersebut berhasil ditemukan oleh tim gabungan dan langsung dilakukan proses evakuasi.

​Operasi pencarian dan penyelamatan ini berjalan lancar berkat sinergi dari berbagai elemen. Operasi ini melibatkan Tim Satgas PB BPBD Paluta didukung penuh oleh personel TNI, POLRI, jajaran aparat Kantor Camat setempat, aparatur desa dan masyarakat.

​Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian gabungan di Desa Sayur Matinggi secara resmi dihentikan. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai atau perairan.

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi